Friday, January 9, 2009

Selamatkan Palestin! Jihad Fi Sabilillah

Salam
Alangkah hibanya andaikata hati kita tidak bergolak dgn apa yg berlaku di Palestin . Alangkah mewah dan mudahnya utk kita makan di sini hingga pembaziran pun tak rasa apa-apa sedangkan ada anak2 kecil di Palestin yg tak makan sehingga 5 hari.....mengikat perut dgn kain dan batu, mengenangkan kembali kita pada kizah Rasulullah saw dan para sahabat yg diboikot oleh kaum musyrikin di Mekah dahulu.
Susah agaknya utk kita tinggalkan burger McDonald, kopi Starbucks, ayam KFC, Milo (Nestle) sebab nikmatnya makanan2 ini utk kita sedangkan mereka di Palestin nak merasai nikmat air seteguk pun amat payah. Jadi apakah yg boleh kita lakukan? Marilah kita JIHAD FISABILILLAH !!!
Kita tak mampu nak angkat senjata, kita tak mampu utk berperang jadi marilah kita usaha berdoa setiap kali lepas solat lima waktu, solat hajat berdoa utk diberikan kekuatan kepada para mujahidin di Palestin, diberikan kesabaran kepada saudara2 Islam kita di Palestin.
Marilah kita keluarkan wang sebanyak mana yg kita mampu utk pengorbanan dan bantuan kemanusiaan kepada mereka. Pengorbanan walaupun hanya meninggalkan " 1 burger McDonald" membawa erti yg amat besar kepada saudara muslimin kita di Palestin.
Sesungguhnya hanya LAKNAT ALLAH yang paling layak untuk para Yahudi kafirin. Semoga Allah menghantar tentera Ahzab ke bumi Palestin. Amiin ya Robbanal 'alamiin.
"Orang-orang kafir Yahudi dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan Nabi Daud dan Nabi Isa ibni Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka MENDERHAKA dan selalu MENCEROBOH" (Al Maidah :78)
Telah Allah nyatakan dlm Al Quran tentang perangai kaum Yahudi kafir yg suka menderhaka dan menceroboh hak orang lain. Mereka ini memang telah disumpah oleh Nabi Daud dan Nabi Isa semenjak dahulu lagi.
"Maka (Kami laknatkan mereka), disebabkan mereka melanggar perjanjian setia mereka, dan mereka kufur ingkar terhadap ayat-ayat keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: "Hati kami tertutup." Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka." (An Nisaa : 155)
Akibat perbuatan laknat mereka yg suka melanggar perjanjian dan membunuh ramai nabi dan rasul, maka Allah telah kunci hati mereka kecuali sedikit drp mereka yg diberikan hidayah utk beriman. Jadi, marilah kita jihad fi sabilillah untuk menentang Yahudi laknatullah berdasarkan kemampuan masing-masing.
Wassalam

Tuesday, January 6, 2009

Why are most of the Muslims fundamentalists and terrorists?

Salam. Artikel from Dr Zakir Naik. Jazakallah to him.

Why are most of the Muslims fundamentalists and terrorists?

"MUSLIMS ARE FUNDAMENTALISTS AND TERRORISTS"

This question is often hurled at Muslims, either directly or indirectly, during any discussion on religion or world affairs. Muslim stereotypes are perpetuated in every form of the media accompanied by gross misinformation about Islam and Muslims. In fact, such misinformation and false propaganda often leads to discrimination and acts of violence against Muslims. A case in point is the anti-Muslim campaign in the American media following the Oklahoma bomb blast, where the press was quick to declare a 'Middle Eastern conspiracy' behind the attack. The culprit was later identified as a soldier from the American Armed Forces.

Let us analyze this allegation of 'fundamentalism' and 'terrorism':

1. Definition of the word 'fundamentalist'

A fundamentalist is a person who follows and adheres to the fundamentals of the doctrine or theory he is following. For a person to be a good doctor, he should know, follow, and practise the fundamentals of medicine. In other words, he should be a fundamentalist in the field of medicine. For a person to be a good mathematician, he should know, follow and practise the fundamentals of mathematics. He should be a fundamentalist in the field of mathematics. For a person to be a good scientist, he should know, follow and practise the fundamentals of science. He should be a fundamentalist in the field of science.

2. Not all 'fundamentalists' are the same

One cannot paint all fundamentalists with the same brush. One cannot categorize all fundamentalists as either good or bad. Such a categorization of any fundamentalist will depend upon the field or activity in which he is a fundamentalist. A fundamentalist robber or thief causes harm to society and is therefore undesirable. A fundamentalist doctor, on the other hand, benefits society and earns much respect.

3. I am proud to be a Muslim fundamentalist

I am a fundamentalist Muslim who, by the grace of Allah, knows, follows and strives to practise the fundamentals of Islam. A true Muslim does not shy away from being a fundamentalist. I am proud to be a fundamentalist Muslim because, I know that the fundamentals of Islam are beneficial to humanity and the whole world. There is not a single fundamental of Islam that causes harm or is against the interests of the human race as a whole. Many people harbour misconceptions about Islam and consider several teachings of Islam to be unfair or improper. This is due to insufficient and incorrect knowledge of Islam. If one critically analyzes the teachings of Islam with an open mind, one cannot escape the fact that Islam is full of benefits both at the individual and collective levels.

4. Dictionary meaning of the word 'fundamentalist'

According to Webster's dictionary 'fundamentalism' was a movement in American Protestanism that arose in the earlier part of the 20th century. It was a reaction to modernism, and stressed the infallibility of the Bible, not only in matters of faith and morals but also as a literal historical record. It stressed on belief in the Bible as the literal word of God. Thus fundamentalism was a word initially used for a group of Christians who believed that the Bible was the verbatim word of God without any errors and mistakes.

According to the Oxford dictionary 'fundamentalism' means 'strict maintenance of ancient or fundamental doctrines of any religion, especially Islam'.

Today the moment a person uses the word fundamentalist he thinks of a Muslim who is a terrorist.

5. Every Muslim should be a terrorist

Every Muslim should be a terrorist. A terrorist is a person who causes terror. The moment a robber sees a policeman he is terrified. A policeman is a terrorist for the robber. Similarly every Muslim should be a terrorist for the antisocial elements of society, such as thieves, dacoits and rapists. Whenever such an anti-social element sees a Muslim, he should be terrified. It is true that the word 'terrorist' is generally used for a person who causes terror among the common people. But a true Muslim should only be a terrorist to selective people i.e. anti-social elements, and not to the common innocent people. In fact a Muslim should be a source of peace for innocent people.

6. Different labels given to the same individual for the same action, i.e. 'terrorist' and 'patriot'

Before India achieved independence from British rule, some freedom fighters of India who did not subscribe to non-violence were labeled as terrorists by the British government. The same individuals have been lauded by Indians for the same activities and hailed as 'patriots'. Thus two different labels have been given to the same people for the same set of actions. One is calling him a terrorist while the other is calling him a patriot. Those who believed that Britain had a right to rule over India called these people terrorists, while those who were of the view that Britain had no right to rule India called them patriots and freedom fighters.

It is therefore important that before a person is judged, he is given a fair hearing. Both sides of the argument should be heard, the situation should be analyzed, and the reason and the intention of the person should be taken into account, and then the person can be judged accordingly.

7. Islam means peace

Islam is derived from the word 'salaam' which means peace. It is a religion of peace whose fundamentals teach its followers to maintain and promote peace throughout the world.

Thus every Muslim should be a fundamentalist i.e. he should follow the fundamentals of the Religion of Peace: Islam. He should be a terrorist only towards the antisocial elements in order to promote peace and justice in the society.

Friday, December 26, 2008

Pengertian HIJRAH dan perintah WAJIB melaksanakannya

Salam Semua
Tidak berapa lama lagi, insya Allah kita semua akan menyambut Tahun Baru Hijrah 1430. Bagi kit aumat Islam, alangkah ruginya jika kita tidak menyambut ketibaan tahun baru Islam ini dengan penghayatan kisah Hijrah Rasulullah saw. Alangkah ruginya jika kita lebih mengagungkan ketibaan tahun baru Masehi 2009 daripada tahun Islam kita sendiri. Jika bukan kita umat Islam yg mengimarahkan tahun Islam ini, maka SIAPA LAGI ??
Apakah yang dimaksudkan dengan HIJRAH ?
Perkataan HIJRAH berasal dari bahasa Arab yang ertinya "meninggalkan sesuatu perbuatan" atau "menjauhkan diri dari pergaulan" atau "berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain. Menurut syariat, HIJRAH itu mempunyai 3 maksud:
1. Hijrah dari meninggalkan semua perbuatan yang terlarang oleh Allah. Hijrah ini adalah wajib bagi seluruh umat Islam berdasarkan Hadis Nabi saw:
"Orang2 yang berhijrah itu ialah orang yang meninggalkan segala apa yg Allah telah melarang daripadanya" (Riwayat Bukhary dari Abdullah bin Umar r.a)
2. Hijrah mengasingkan diri dari pergaulan orang2 musyrik atau orang2 kafir yang menfitnahkan orang2 Islam atau mempersendakan agama Islam.
Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur'an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahanam (An Nisa : 140)
3. Hijrah (berpindah) dari negeri atau daerah orang2 kafir atau musyrik ke negeri/daerah orang2 muslim sekiranya mereka tidak berkuasa atau mampu untuk mengerjakan amal ibadah atau terpaksa melakukan perkara yg terlarang oleh Allah. Ini berdasarkan peristiwa hijrah sahabat2 ke Habsyah dan hijrah besar dari Mekah ke Madinah.
Bagaimanapun sekarang ini, Hijrah yang paling besar adalah hijrah dari meninggalkan perbuatan terlarang ke perbuatan yang baik dan ini juga merupakan satu jihad yang amat besar di sisi Allah seperti Hadis Rasulullah saw : " Jihad yang paling besar adalah jihad melawan NAFSU"
Apakah HIJRAH masih berlaku dan relevan pada kita umat Islam masa kini ??
YA ! PASTI ! Sesungguhnya terdapat lebih dari 30 firman Allah yang menceritakan perihal perkara Hijrah, tentang tujuan dan ganjaran bagi perbuatan hijrah tersebut. Bagi maksud pertama dan kedua di atas, proses Hijrah sudah pasti terus berlaku dan wajib bagi kita umat Islam sepanjang masa. Bagi maksud Hijrah yang ketiga, hijrah akan menjadi wajib apabila keadaan memaksa atau memerlukan kita berbuat demikian.
Banyak ayat2 Hijrah yang berpasangan dengan perkataan JIHAD menunjukkan betapa kuatnya perkaitan atau sinergi antara kedua perkara Hijrah dan Jihad ini dalam amalan kita sebagai hamba Allah yang beriman.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berHIJRAH dan berJIHAD di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (AL Baqarah : 218)
Orang-orang yang beriman dan berHIJRAH serta berJIHAD di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. (At Taubah : 20)
Dua ayat di atas daripada berpuluh ayat-ayat Hijrah yang lain sudah cukup membuktikan bahawa proses HIJRAH ini masih relevan dan akan terus berlaku hingga akhir zaman dan sudah tentu menjadi kewajipan bagi kita umat Islam.
Bagaimanapun bagi para pejuang agama Allah (Islam) dalam membela agama dan syariat Islam serta orang2 Islam, maka firman Allah dibawah adalah janji dan motivasi yg Allah sampaikan secara langusng kepada kita melalui kekasihnya Rasulullah saw:
Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah (dalam membela agama Allah) sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang baik-baik kepada mereka di dunia dan sesungguhnya ganjaran di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui, (iaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Allah saja mereka bertawakal. (An Nahl : 41-42)
Akan tetapi ada juga orang yg mengatakan bahawa proses Hijrah ini sudah berakhir di zaman Rasulullah saw dan tidak berlaku lagi seperti Hadis dibawah:
"Tidak ada Hijrah lagi sesudah FATH (pembukaan) kota Mekah, tetapi hanya jihad dan niat"
Secara ringkas, hadis ini bermaksud sesudah terbuka atau jatuhnya kota Mekah pada kekuasaan Rasulullah saw dan para Sahabat, maka tidak ada lagi hijrah bagi kaum muslimin tetapi yang tetap ada adalah jihad dan niat untuk mempertahan dan membela agama Islam.
Begini penjelasannya yang sebenar :
Hadis ini bermaksud bahawa Hijrah dari Mekah ke Madinah untuk peribadi Rasulullah saw dan para sahabatnya sudah selesai kerana apa yg telah terjadi itu sudah pasti tidak dapat diulangi mereka lagi. Begitu juga dengan Hijrah sebahagian Sahabat ke Habsyah sebanyak 2 kali sebelum Hijrah besar ke Madinah.
Sesudah futuhnya (pembukaan) kota Mekah di tangan kaum muslimin maka tidak ada lagi Hijrah dari Mekah ke Madinah.
Keterangan ini dapat diperjelaskan dan diperkuatkan dengan perkara2 berikut:
a. Firman Allah mengenai Hijrah yg lebih daripada 30 ayat di dalam Al Quran dan tidak ada satu pun antara ayat2 tersebut yang memberitahu bahawa perintah Hijrah itu telah dihapuskan hukumnya. Maka, perintah Hijrah ini tetap terus berlaku dan menjadi syarat kedua selepas beriman sebelum proses Jihad berlaku bagio setiap individu Muslim.
b. Hadis-hadis Rasulullah saw yang antaranya:
"Tidak berputus HIJRAH sehingga berputuslah TAUBAT." (Riwayat Ahmad, Abu Daud dan An Nasai dari Muawiyah r.a.)
"Tidak berputus HIJRAH selama orang-orang kafir diperangi." (Riwayat An Nasai dari Abdullah bin As Sa'dy)
c. Sehingga hari ini belum ada seorangpun ulamak Islam yg muktabar dan adil dari kalangan ahli tafsir dan ahli hadis yg menyatakan bahawa ayat Hijrah itu telah mansukh atatu terhapus hukumnya .
Sesungguhnya peristiwa besar HIJRAH Rasulullah saw dan para Muhajirin adalah satu titik permulaan yang menyebabkan agama Islam tumbuh subur di seluruh pelusuk dunia. Maka sudah pasti dan seharusnya, kita para umat Islam yang mengaku beriman kepada Allah dan RasulNya mengambil pimpinan HIJRAH Rasulullah saw sebagai tauladan kepada kita dan selanjutnya terus menghidupkan amalan HIJRAH di dalam hati dan amalan kita dengan penuh ikhlas.
Jadi adakah kita sudah bersedia untuk melakukan proses Hijrah diri kita kepada perkara yg dirahmati Allah secara TOTAL? Jika belum, BILA LAGI? Adakah kita pasti bahawa MAUT masih jauh lagi? Atau, hanya esok hari atau beberapa jam lagi?
Mudah-mudahan MAAL HIJRAH 1430 ini menjadi ingatan dan tauladan serta diterapkan kepada amalan kita sehari-hari terutama pada diri saya sendiri yang sering alpa dan hanyut dengan nikmat dunia yg hanya mainan, senda-guran dan sementara ini.
Wallahu'alam bissawab